W88yes slot

Kasus Suap KONI, Menpora Akui Gunakan Anggaran Kementerian Untuk Biaya Umroh

Kasus Suap KONI, Menpora Akui Gunakan Anggaran Kementerian Untuk Biaya Umroh

admin / April 30, 2019

SURATKABAR.ID – Menurut pengakuan Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), dirinya pernah menggunakan anggaran kementerian untuk membiayai perjalanan umrahnya. Tak sendiri, Menpora pergi melakukan perjalanan umrah bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum dan sejumlah pejabat di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Hal ini diakuinya saat bersaksi di sidang lanjutan kasus dugaan Suap Dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-29’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

Menukil laporan Tempo.co, Selasa (30/04/2019), awalnya Imam mengaku datang ke Jeddah, Arab Saudi, untuk menghadiri undangan Federasi Asian Paralayang. Setelah itu, ia baru melakukan umrah.
“Umrah ini perjalanan dinas atau bukan?” demikian Jaksa bertanya kepada Imam yang menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap Dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk terdakwa Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, Selasa (30/04/2019).
“Saya menghadiri Asian Paralayang,” jawab Imam.
“Pertanyaan saya, umrah perjalanan dinas atau bukan?” Jaksa mengulang pertanyaannya.
“Undangannya itu perjalanan dinas. Umrah ya saya kira umat Islam,” jawab Nahrawi.
Baca juga: Penggeledahan! KPK Periksa Ruang Kerja Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Ini yang Disita
Tak lama kemudian, ia pun mengakui bahwa umrah tidak termasuk ke dalam kegiatan dinasnya.
“Jadi Anda umrah pakai anggaran Kemenpora?”
“Iya,” tukas Menpora.
(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-7’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

Setelah mendengar pengakuan Imam, Jaksa juga menanyakan sejumlah penarikan uang di Mekkah.
“Di tanggal 27 masuk Rp 50 juta, itu sama dengan keterangan Bendahara KONI, ada penarikan di Mekkah, kafe kasino, dan beberapa tempat di Mekkah,” tutur Jaksa.
Diketahui, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam perkara suap KONI ini. Mereka adalah Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora sekaligus Ketua Tim Verifikasi Kemenpora untuk Asian Games 2018, Adhi Purnomo; dan staf Kemenpora, Eko Triyanto, sebagai tersangka penerima suap. Untuk Mulyana, dia juga dijerat tersangka penerima gratifikasi.
Sedangkan untuk pemberi suap, yakni Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy. Kelimanya sudah selesai menjalani proses penyidikan. Ending dan Johnny sudah menjalani persidangan. Sementara itu, Mulyana, Adhi, dan Eko telah dilimpahkan ke tahap penuntutan.
Menghadap Presiden Jokowi di Istana
Lebih lanjut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi diketahui mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Selasa (30/04/2019).
“Silaturahim,” ujar Imam singkat kepada media yang menantinya di lobi pilar Istana Negara, Jakarta, mengutip AntaraNews via OkeZone.com.
Diketahui, kendaraan Toyota Fortuner hitam yang ditumpangi Imam tiba di halaman parkir Istana Negara sekitar pukul 15.00 WIB. Ia keluar dari pintu keamanan Istana Negara pada sekitar pukul 15.50 WIB. Dia tak memberi keterangan mengenai hal yang dibahas di dalam Istana Kepresidenan. Kendaraan Menpora tampak meninggalkan istana setelah Imam menumpang mobil dinas berplat nomor RI 49 tersebut.
Sebelumnya pada Senin (29/04/2019), Imam bersaksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, untuk terdakwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy.
Ending Fuad didakwa menyuap Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana dengan satu unit mobil Fortuner, uang Rp 400 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9, serta Asisten Olahraga Prestasi pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Adhi Purnomo, dan Staf Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora Eko Triyanta senilai Rp 215 juta.
Suap tersebut diberikan agar Kemenpora mencairkan pertama, dana hibah tugas pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi Olahraga Nasional pada multi event Asian Games ke-18, dan Asian Para Games ke-3 pada 2018 senilai Rp 30 miliar.
Dan kedua, agar mencairkan dana pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun 2018 sejumlah Rp 17,971 miliar.

@ 2017 Esol Theme powered by WordPress Developed by ASIATHEMES