W88yes slot

KPK Dapat Informasi Mengejutkan Perihal Tiket Asian Games 2018

KPK Dapat Informasi Mengejutkan Perihal Tiket Asian Games 2018

admin / September 3, 2018

(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-29’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

SURATKABAR.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku gusar dengan banyaknya laporan mengenai banyaknya permintaan tiket pertandingan Asian Games 2018 yang dilakukan oleh sejumlah penyelenggara negara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan bahwa permintaan tiket tersebut bisa dikategorikan sebagai permintaan gratifikasi.
“Laporannya banyak pejabat minta tiket ke panitia, dan juga ada BUMN yang borong tiket untuk diberikan kepada para pejabat,” kata Agus dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/8/2018), dikutip dari viva.co.id.
Meski demikian, Agus tidak bisa membicarakan lebih detil menganai pejabat atau BUMN mana yang yang meminta tiket secara gratis ke panitia. Ia mengatakan masih akan mendalami informasi tersebut.
Baca Juga: Bukan Uang Tunai, Inilah Hadiah Mengejutkan Yang Diberikan IPB Untuk Atlet Penerima Medali Asian Games 2018
“Kami sedang dalami. KPK menegaskan tindakan di atas masuk ranah gratifikasi,” kata Agus.
Sebelumnya, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyatakan jika pihaknya menerima banyak informasi perihal adanya pejabat yang diduga minta tiket Asian Games 2018 secara gratis.
“KPK menerima sejumlah informasi adanya oknum pejabat yang menerima pemberian tiket, bahkan minta tiket untuk menonton pertandingan. Kami ingatkan, hal tersebut tidak diperkenankan oleh aturan hukum yang berlaku,” kata Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2018), dikutip dari detik.com.
Febri menjelaskan bahwa permintaan tiket tersebut bisa dikategorikan sebagai gratifikasi. Hal itu ditegaskan dalam Pasal 12 B UU Nomor 20 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-7’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

“Gratifikasi menurut penjelasan Pasal 12 B UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi berarti pemberian dalam arti luas, yang mencakup uang, barang, rabat, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya,” ujar Febri.

@ 2017 Esol Theme powered by WordPress Developed by ASIATHEMES